Blogger Widgets FIRMANSYAH AHMAD BLOG
Latest Post

Perhitungan dioda ideal dengan free Pascal perintah (function)

          Dalam halaman ini berisi tentang percobaan menggunakan aplikasi free Pascal, dengan materi tentang dunia elektronika yang saya berikan dalam hal ini yaitu materi dioda ideal lagi dengan sedikit tambahan materi yang merupakan perkembangan dari percobaan pertama, yaitu dioda ideal pendekatan pertama.

          Perlu diketahui bahwa dalam percobaan ini ada sedikit penjelasan untuk kejelasan program dan flowchart, sehingga kalian dapat memahaminya dengan baik. Tetapi tidak untuk secara keseluruhan melainkan hanya untuk keterangan - keterangan yg digunakan dalam baris program, baik itu persingkatan kata atau kalimat yang di inisialkan. Jika ingin mengetahui arti dari perintah - perintah yang digunakan silahkan cek http://www.academia.edu/5102860/Dasar_PASCAL

Di bawah ini adalah gambar rangkaian dari rumus dioda ideal.
Gambar 1
Baris programnya sebagai berikut:

uses crt;

var
vs,r1,v,ret,i,rb:real;

pilihan1: string;

function funct_vakdp1(f_i, f_r1, f_vs:real): real;

var
  vakdp1:real;

begin

  vakdp1:=(r1*i)-vs;

  funct_vakdp1:=vakdp1;
end;

function funct_vakdp2(f_i, f_r1, f_vs, f_rb:real): real;

var
  vakdp2:real;

begin

  vakdp2:=(vs-rb)+(r1*i);
  funct_vakdp2:= vakdp2;
end;

begin
clrscr;
writeln('PROGRAM PERHITUNGAN DIODA IDEAL pendekatan 1 dan 2');
writeln('MASUKAN PILIHAN');
writeln('[1] MENGHITUNG DIODA PENDEKATAN 1');
writeln('[2] MENGHITUNG DIODA PENDEKATAN 2');
readln(pilihan1);
writeln;

if (pilihan1='1') then
begin
  writeln('PROGRAM UNTUK MENCARI NILAI TEGANGAN PADA KOMPONEN DIODA (PENDEKATAN 1)');
  writeln('MASUKAN NILAI');
  writeln;
  write('MASUKAN TEGANGAN SUMBER:');
  readln(vs);
  write('MASUKAN HAMBATAN:');
  readln(r1);
  write('MASUKAN NILAI ARUS "ARUS HARUS BERNILAI 0 (NOL)" :');
  readln(i);
  ret:= funct_vakdp1(vs,r1,i);
  write('HASIL DARI VAK:"=',ret); writeln('  VOLT  ');
  readln;
end
else if (pilihan1 = '2') then
begin
  writeln('PROGRAM UNTUK MENCARI NILAI TEGANGAN PADA KOMPONEN DIODA (PENDEKATAN 2)');
  writeln('MASUKAN NILAI');
  writeln;
  write('MASUKAN TEGANGAN SUMBER:');
  readln(vs);
  write('MASUKAN HAMBATAN:');
  readln(r1);
  write('MASUKAN NILAI ARUS "ARUS HARUS BERNILAI 0 (NOL)" :');
  readln(i);
  write('MASUKAN NILAI HAMBATAN BULK "NILAINYA GERMANIUM = 0,3 ATAU SILIKON = 0,7 :'); readln(rb);
  ret:= funct_vakdp2(vs,r1,i,rb);
  write('HASIL DARI VAK:"=',ret); writeln('  VOLT  ');
  readln;
end
else
  begin
    write('salah input');
  end;

readln;

end.


Dari program tersebut ada beberapa catatan yaitu sebagai berikut:

* var/variabel r1 adalah hambatang yang ada di dalam rangkaian, jika di dalam gambar dituliskan RL
* var/variabel vs adalah sumber tegangannya
* var/variabel Rb adalah hambatan bulk-nya
* var/variabel i adalah arus
* var/variabel vak adalah tegangan yang ada pada dioda
* vakdp1 maksudnya tegangan tegangan yang ada pada dioda pendekatan 1
* vakdp2 maksudnya tegangan tegangan yang ada pada dioda pendekatan 2

Flowchart

\
Gambar 2

           Flowchart tersebut menjelaskan ketika program dimulai maka yang ditampilkan terlebih dahulu adalah pilihan yang harus kita isi yaitu berupa pilihan perhitungan dioda ideal, pilihan itu terdapat 2 pilihan diantaranya 1. Menghitungan dioda pendekatan pertama dan 2. Menghitung dioda pendekatan kedua, kita diperintahkan untuk menuliskan angka dari pilihan tersebut 1 atau 2, misalnya kita tekan 1 lalu enter maka proses berikutnya dari isi program yaitu input data yang kita inginkan, ketika semua data telah diinputkan maka program akan memproses data tersebut dengan rumus yang telah sicantumkan didalam isi programnya, rumusnya yaitu Vak = Vs - (R1 * I). Maka tak berselang lama muncullah hasil dari perhitungan tersebut. Begitu mudah dan simpel, terciptanya percobaan ini akan memudahkan kita untuk melakukan perhitungan secara cepat dan otomatis.

Lebih lengkapnya dan lebih jelasnya lihatlah haris dari printscreen output data berikut:

Gambar 3

Gambar 4
Sekian dan semoga bermanfaat.

 

MENGHITUNG TEGANGAN DAN ARUS DAN MENGETAHUI DIODA ON ATAU OFF PADA RANGKAIAN DIODA IDEAL DENGAN PEMOGRAMAN PASCAL




Gambar 1. Rankaian dioda ideal

Kali ini kasus yang di bahas adalah bagaimana membuat suatu perhitungan rangkaian elektronika yaitu rangkaian dioda ideal yang mana yang akan kita cari dalam perhitungan ini yaitu nilai tegangan dari dioda atau bisa di inisialkan dengan VAK dan juga kita akan mencari nilai arus atau di inisialkan dengan I dari rangkaian tersebut, dalam kasus ini pembuatannya menggunakan pemograman PASCAL.

Secara umum kasus ini termasuk sederhana untuk menjadikan pemograman PASCAL, tujuan kasus ini agar dapat mempermudah dalam proses perhitungan sederhana dan dasar secara otomatis dengan sebuah aplikasi, bila kita memiliki permasalahan yang banyak dengan perhitungan rangkaian dioda dan pastinya rumit dan banyak, aplikasi ini bisa sangat membantu untuk digunakan.


Berikut adalah program yang telah dibuat:

Gambar 2. Baris Program Dengan Pascal

                        Dalam program di atas digunakan sintak/statement if dan else untuk membuat program memutuskan hasil dari nilai perhitungan termasuk ke dalam dioda off atau dioda on, nilai batas yang digunakan adalah 0.7 yaitu menandakan bahwa komponen doda yang digunakan adalah berbahan silikon, nilai 0.7 adalah nilai hambatan dioda yang terdapat di dalam dioda, walaupun nilainya kecil tetapi bisa berpengaruh untuk kerja dioda.

Dan dapat sedikit tambahan program dalam kasus ini yaitu digunakan repeat dan until agarprpogram yang dijalankan dapat muncul kembali ketika kita telah selesai melakukan perhitungan tersebut. tetapi jika nilai VAK adalah 0 (nol) maka program akan berakhir.

Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat flowchartnya sebagai berikut:




Gambar 3. Flowchart

DAFTAR PUSTAKA
  • https://www.youtube.com/watch?v=ofUy_ddjyhA
  • https://www.youtube.com/watch?v=lRRRqb6Yg_w
  • https://www.youtube.com/watch?v=abT3-EqTbiY
 

MEMBUAT PERHITUNGAN ELEKTRONIKA (DIODA IDEAL) PADA VISUAL BASIC 6.0

Dalam halaman ini tercantum struktur membuat aplikasi perhitungan elektronika sederhana yaitu perhitungan dioda ideal dengan metode analisa mesh, dalam perhitungan ini akan mencari tahu apakah dioda dalam kondisi on/off. dengan menggunakan aplikasi ini kita bisa mengetahui dan mempermudah perhitungan dan analisa rangkaian yang sederhana.

Dalam visual basic 6.0 kita diharuskan untuk membuat form-form untuk tampilan aplikasi, berikut merupakan tampilan dari aplikasinya yang telah dirancang:


 Gambar 1.1 tampilan gambar tanpa inputan

 Dan setelah dibuat tampilan visual basicnya (form) maka kita buat programnya seperti gambar berikut:

Gambar 1.2 baris program dioda ideal

Dengan begitu kita dapat menjalankan aplikasinya dengan toolbar Run atau juga dengan menekan F5.

Dan hasilnya akan sebagai berikut:

Gambar 1.3 Tampilan lay out aplikasi dioda ideal

Cat: tidak dapat menggunakan input angka decimal karna declaration data tidak menggunakan type data decimal. Declaration data yang digunakan adalah Double yaitu -4.94065645841246544E-324 for negative values and from 4.94065645841246544E-324 sampai 1.79769313486231570E+308 for positive values

Flow chart

Gambar 1.4 Flow chart

Daftar pustaka:
https://msdn.microsoft.com/en-us/library/
http://getintopc.com/softwares/development/visual-basic-6-0-free-download/ (download visual basic 6.0)
 

TUGAS V-CLASS 3

1.   Teknik encoding sinyal polar adalah elemen-elemen sinyal dimana salah satu logic statenya diwakili oleh level tegangan positif dan yang lainnya oleh level tegangan negatif. Durasi atau lebar suatu bit adalah waktu yang diperlukan oleh transmitter untuk memancarkan bit tersebut. Modulation rate adalah kecepatan dimana level sinyal berubah, dinyatakan dalam bauds atau elemen sinyal per detik. Teknik encoding memiliki suatu ketentuan yaitu satu pernyataan logika dinyatakan oleh level voltase positif dan sebaliknya oleh level voltase negatif. Polar  encoding  menggunakan  dua  level  tegangan  yaitu  tegangan  positif dan  tegangan  negative.  Polar  line  Encoding  disebut  juga  NRZ  (Non-Return-to- Zero). Polar line  coding  adalah  pola  paling sederhana  yang dapat  menggurangi masalah akibat tegangan DC. Terdapat empat tipe yang umum digunakan dalam system  polar  encoding  yaitu  NRZ  (Non-Return-to-Zero),  RZ  (Return-to-Zero), Manchester dan Differential Manchester. Gambar 1 menunjukkan tipe – tipe dari polar encoding.

2.   Encoding unipolar adalah kode garis. Sebuah tegangan positif merupakan biner 1, dan 0 volt menunjukkan biner 0. Ini adalah kode garis sederhana, langsung pengkodean deretan bit, dan adalah sama dengan on-off keying dalam modulasi.

    Kekurangannya adalah bahwa itu tidak self-clocking dan memiliki komponen DC yang signifikan, yang dapat dibagi dua dengan menggunakan return-to-zero, di mana sinyal return-to- zero di tengah periode bit. Dengan siklus kerja 50% setiap pulsa persegi hanya pada tegangan positif untuk setengah periode bit. Ini sangat ideal jika salah satu simbol yang dikirim jauh lebih sering daripada pertimbangan yang lainnya dan kekuatan yang diperlukan, dan juga membuat sinyal self- clocking.
      
    Sinyal unipolar adalah semua elemen sinyal yang mempunyai tanda yang sama, yaitu positif semua atau negatif semua.

3.   Teknik encoding bipolar-AMI (Alternate Mark Inversion) yaitu suatu kode dimana binary ‘0′ diwakili dengan tidak adanya line sinyal dan binary ‘1′ diwakili oleh suatu pulsa positif atau negatif. Zero menggambarkan tidak adanya line signal. Satu menggambarkan positif atau negatif sinyal.

Menggunakan 3 level nilai (+,-,~)

·         0=Tidak ada garis sinyal (0 volt)
·         1=nilai positif dan negatif secara bergantian

Bipolar With 8 Zeros Substitution (B8ZS)

·         Digunakan jika terdapat 8 deretan bit 0 berturut-turut, menggunakan pelanggaran (violation)
·         Jika 8 bit 0 dan pulse voltase terakhir positif, maka Encoce sebagai 000+-0-+
·         Jika 8 bit 0 dan pulse voltase terakhit negatif, maka Encode sebagai 000-+0+-

Bipolar Encoding High Density Bipolar 3 Zeros (HDB3)

·         String dengan 4 bit 0 ditempati dengan 2 macam pulse
·         Lihat banyaknya bit “1″ setelah last violation (ganjil atau genap)

·         Jika tidak ada “1″ setelah last violation (misal 0000 kemudian 0000, maka asumsikan “1″nya genap





DAFTAR PUSTAKA
·        http://ecgalery.blogspot.co.id/2010/06/encoding.html
·        https://en.wikipedia.org/wiki/Unipolar_encoding
·        M. Setyo Dwi, Makalah Komunikasi Data Teknik Encoding, Universitas Semarang, 2015

·         http://dokumen.tips/documents/polar-encoding.html
 

TUGAS VIRTUAL CLASS 2

JAWABAN NO 1

Pengertian dan Penjelasan QAM

QAM (Quadrature Amplitudo Modulasi) merupakan suatu gabungan antara kedua metode modulasi gelombang yaitu Amplitudo Shift Keying (ASK) dan Phase Shift Keying (PSK) yang membuat konstelasi sinyalnya berubah sesuai  amplitudenya (jarak dari titik asal ke titik konstelasi) . Yang juga didapatkan suatu pengertian Quadrature  Amplitudo  Modulation  atau  QAM  adalah  suatu  cara  pentransmisian  pada  laju  bit-bit  yang lebih  tinggi  pada  saluran/kanal  dengan  lebar  pita  yang  terbatas.

QAM (quadrature amplitude modulasi) adalah sebuah metode untuk menggabungkan dua amplitude-modulated (AM) sinyal dalam satu saluran, sehingga dua kali lipat bandwidth yang efektif. QAM digunakan dengan pulse amplitude modulasi (PAM) dalam sistem digital, terutama dinirkabel aplikasi.

Sedangkan yang lebih lengkap dari pengertian QAM adalah sebagai berikut:
Quadrature amplitude modulation (QAM) adalah skema modulasi dua sinusoidal carrier, satu tepat 90 derajat dari fase dengan yang lainnya, digunakan untuk mengirimkan data melalui suatu saluran fisik. Karena ortogonal carrier menempati band frekuensi yang sama dan berbeda dengan 90 derajat phase shift, masing-masing dapat memodulasi sendiri, dikirimkan melalui band frekuensi yang sama, dan dipisahkan oleh demodulasi di penerima. Untuk bandwidth yang diberikan tersedia, QAM memungkinkan pengiriman data dua kali di tingkat standar Pulse Amplitude Modulation (PAM) tanpa degradasi sedikit kesalahan dalam menilai BER.

QAM tergolong kedalam salah satu modulasi digital, yang mana informasi digital itu sendiri terdiri dari amplitudo dan phase sinyal carrier, dan sinyal-sinyal amplitudo dan phase sinyal carrier tersebut akan diubah-ubah untuk menunjukkan data.

Selain itu QAM juga memiliki bentuk-bentuk yang di antaranya adalah 8QAM, 16QAM, 32QAM, 64QAM, 128QAM, 254QAM. Berikut adalah contoh gambar konstelasi dari bentuk QAM:


sinyal QAM dapar ditulis juga dengan persamaan berikut:

S(t) = I(t).sin ωct + Q(t).cos ωct

Diketahui:    I(t) = A sin θ


                     Q(t) = A cos θ
Dari persamaan diatas, dapat dilihat bahwa sinyal QAM dapat dibentuk dengan menjumlahkan sebuah sinyal kosinus dengan amplitudo I(t) dan sebuah sinyal sinus dengan amplitudo Q(t). Ini sama dengan menjumlahkan sebuah sinyal AM (amplitude modulation) yang menggunakan carrier kosinus dengan sebuah sinyal AM lain yang menggunakan carrier sinus. Kata quadrature pada QAM berasal dari kedua carrier yang berbeda fase 90°.
Gambar tersebut menjelaskan bahwa QAM menggunakan dua pembawa kuadratur yaitu cos 2πfct dan sin 2πfct masing-masing dimodulasikan oleh bit-bit informasi.

Gambar di atas adalah gambar spektrum QAM

Aplikasi QAM
  • QAM sering digunakan di sistem fiber optik dengan kecepatan bit yang semakin bertambah
  • Variasi QAM telah digunakan untuk banyak jaringan nirkabel dan aplikasi teknologi selular
  • 64-QAM dan 254-QAM telah sering digunakan di tv kabel digital dan aplikasi modem kabel
Kelebihan dan Kekurangan QAM

Kelebihan QAM
  • Lebih efisien ketika teknik spektra sebagai pembanding ke CPM
  • Menyediakan scope yang baik untuk kecepatan bit tinggi menggunakan bentuk yang handal dari QAM
  • Merupakan teknik yang baik untuk bekerja ketika mendekati daerah linier dari operasi
  • Dapat mentransmisikan banyak bit-bit informasi per simbol
Kekurangan QAM
  • QAM berdasarkan konsep linier di terminolgi (Amplifier linier dan receiver dan amplifier linier ini kurang efisien dan memakai daya lebih)
  • Rentan terhadap noise
  • Membutuhkan demodulasi yang koheren dengan dase dan frekuensi yang tepat
JAWABAN NO 2

QAM 4 keadaan atau 4-QAM adalah teknik encoding M-er dengan M=4, yang mana ada 4 output QAM yang mungkin terjadi untuk sebuah frekuensi pembawa. Karena ada 4 output yang berbeda, maka harus ada 4 kondisi masukan yang berbeda. Karena masukan sinyal digital ke QAM modulator adalah sinyal biner, maka untuk memperoleh 4 kondisi masukan yang berbeda diperlukan lebih dari satu bit masukan. Dengan memakai 2 bit masukan, maka diperoleh 4 (22) kondisi yang mungkin : 00, 01, 10, 11 data masukan biner digabung menjadi kelompok 2 bit. Masing masing kode bit menghasilkan salah satu dari 4 keluaran yang mungkin.



JAWABAN NO 3

QAM 8 keadaan atau 8-QAM adalah teknik encoding M-er dengan M=8. Dengan 8-QAM keadaan output yang mungkin untuk satu frekuensi pembawa. Untuk memperoleh 8 kondisi masukan yang berbeda maka data masukan biner digabung menjadi tiga kelompok bit yang disebut TRIBIT (23 = 8). Masing –masing kode tribit menghasilkan salah satu keluaran yang mungkin .
Dalam 8-QAM, tiga bit masukan menghasilkan delapan kondisi modulasi menggunakan empat sudut fase pada batas 90 derajat dan dua amplitudo (4 fase x 2 amplitudo = 8 kondisi). 




DAFTAR PUSTAKA
  • http://www.slideshare.net/risdawatihtb/qam-quadratur-amplitude-modulation
  • http://www.scribd.com/doc/16510535/QAM#scribd
  • Sigit Kusmaryanto,TEKNIK MODULASI QUADRATURE AMPLITUDE MODULATION,http://sigitkus.lecture.ub.ac.id

 

“TEKNOLOGI SEMIKONDUKTOR DI INDONESIA SAAT INI”



“TEKNOLOGI SEMIKONDUKTOR DI INDONESIA SAAT INI”



            Nama                    : Firmansyah Ahmad Hotim
            Kelas                    : 3IB01 C
            NPM                     : 13413520
            Mata Kuliah         : Teknologi Semikonduktor








FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015/2016
1.1  Apa itu semikonduktor?
Semikonduktor adalah suatu bahan yang memiliki konduktivitas listrik diantara koduktor dan isolator, yang mana konduktivitas dari semikonduktor yaitu berkisar 10 pangkat -3 sampai 10 pangkat -8 siemens/cm, dan memiliki celah energi sebesar kurang dari 6 ev.
Oleh karenanya dapat diketahui bahwa bahan dari semikonduktor yaitu bersifat setengah dari bahan konduktor karena celah energi yang dibentuk oleh struktur bahan ini lebih kecil dari celah energi bahan isolator tetapi lebih besar dari celah energi bahan konduktor, sehingga memungkinkan elektron berpindah dari satu atom penyusun ke atom penyusun lain dengan perlakuan tertentu terhadap bahan tersebut Oleh karena itu semikonduktor bisa bersifat setengah menghantar.

1.2  Device semi konduktor apa saja yang ada? Termasuk aplikasinya
Device atau alat yang ada unsur semikonduktornya yaitu ada banyak pada saat ini berikut adalah beberapa diantaranya adalah device fotonik yang memanfaatkan unsur semikonduktor agar prinsip kerjanya sesuai dengan fungsi alat tersebut, sedikit penjelasan tentang fotonik yaitu fotonik adalah bidang yang mengkaji bidang cahaya dengan materi yang merupakan teknologi abad 21, sedangkan device fotonik merukan device yang dibuat dengan memanfaatkan interaksi cahaya dan materi.
Aplikasi device fotonik adalah sebagai berikut:
·         Dioda foto
·         Foto transistor
·         Light Emitting Diode (LED)
·         Laser
Ada pula device yang merupakan pemanfaatan dari bahan semikonduktor yaitu digital dan analog Integrated Circuit (IC), Solar Sell, quantum dots, dan transistor. Sedangkan bahan semikonduktor yang sering digunakan adalah silikon, germanium, dan gallium arsenide.



1.3  Perkembangan Semikonduktor di Indonesia saat ini
Saat ini para ilmuwan dan insinyur sedang melakukan riset untuk mengimprove teknologi semikonduktor berbasiskan material ZnO. Material tersebut memiliki energi gap (energi antara pita valensi dan konduksi) sebesar 3.34 eV dalam temperatur ruang dan energi eksiton (pasangan electron dan hole) sebesar 60 meV. Sehingga material tersebut berpotensi untuk dikembangkan dalam aplikasi optoelektronik dan lapisan tipis transparent conductive oxide (TCO) seperti dalam aplikasi UV laser, UV LED dan elektroda solar cell atau photovoltaic. Oleh karena itu material ini diprediksikan akan menggeser kejayaan material GaN dalam aplikasi optoelektronik yang sudah berkembang. Secara ekonomis, karena harga produksinya juga lebih kecil maka peluang ZnO semakin besar untuk menggantikan GaN.
Dari uraian di atas penulis yakin bahwa riset dibidang fabrikasi dan karakterisasi nano pada material semikonduktor untuk aplikasi optoelektronika memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan. Mengacu pada pidato pengukuhan guru besar Prof. Dr.rer.nat. Rosari Saleh dari Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia pada tanggal 1 Agustus 2007 silam yang menyatakan bahwa :
“Peran CMP mengembangkan alternatif sumber energi, khususnya solar energi, atau photovoltaic/PV (devais semikondutor yang berkonversi energi matahari (photon) menjadi listrik) menjadi topik utama. Hal ini dipicu oleh menipisnya sumber energi fosil (minyak, batubara, gas) dan meningkatnya kebutuhan energi dunia yang telah menimbulkan masalah, termasuk peperangan di dunia. Kebutuhan enargi dunia saat ini adalah 13 terawatt, dan di perkirakan menjadi 30 terawatt pada tahun 2050”, penulis beranggapan bahwa pengembangan teknologi devices semikonduktor dimungkinkan akan lebih tepat untuk mengatasi kebutuhan akan sumber energi di Indonesia. Alasannya adalah teknologi ini lebih beresiko kecil, natural resourses tersedia dan kesiapan sumber daya manusianya sudah ada. (iwan0002@ntu.edu.sg)
Adapun perkembangan semikonduktor dari segi device solar sell atau photovoltaik. Secara umum, penggunaan panel photovoltaik oleh pemerintah dikoordinir oleh BPP Teknologi. Beberapa tempat yang diketahui penulis sedang melakukan aktivitas pembuatan sel surya ini di Indonesia adalah di Puspitek Serpong, LEN dan ITB. Usaha seperti ini diharapkan bisa menjadi embrio bagi industri sel surya dalam negeri atau bahkan industri semikonduktor
1.4  Adakah pabrik semikonduktor di Indonesia?
Pabrik semikonduktor di Indonesia yaitu diantaranya:
·         Hitachi, Ltd
Bergabung di tahun 1995, Hitachi Asia Ltd. Kantor Perwakilan Jakarta (HAS–JKT) memberikan solusi untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang berbeda bagi semua pelanggannya di Indonesia. HAS–JKT memasarkan serangkaian produk dan layanan untuk berbagai macam sektor industri seperti alat pembangkit tenaga listrik, sistem transmisi dan distribusi, komponen dan peralatan industrial, sistem pendingin ruangan dan lift serta eskalator. Beberapa produk dan layanan HAS–JKT termasuk diantaranya sistem otentifikasi pembuluh darah di jari, solusi manajemen sistem (JP1) dan sistem transportasi perkotaan.
“Hitachi menawarkan berbagai jenis semikonduktor dan bahan semikonduktor untuk keperluan manufaktur Anda. Hitachi adalah pemimpin dalam pasar semikonduktor global dan telah melahirkan berbagai produk berkinerja tinggi.” Dilansir dari situs resmi hitachi http://www.hitachi.co.id/products/product_categories/semiconductors/index.html#
·       PT Samsung Electronics Indonesia
Perusahaan ini adalah perusahaan terbesasr di negara Korea Selatan dan merupakan ikon utama dari Samsung Group, yang merupakan konglomerasi terbesar di Korea Selatan. Samsung Group dibentuk pada 1938 oleh Lee Byung-chul (1910-1987). Pada 1951, perusahaan ini berubah menjadi Samsung Corporation. Samsung Electronics dibentuk pada 1969 di Daegu, Korea Selatan dengan nama Samsung Electric Industries yang pada mulanya memproduksi perangkat elektronik seperti TV, kalkulator, kulkas, pendingin ruangan dan mesin cuci. Pada 1981, perusahaan ini telah memproduksi lebih dari 10 juta TV hitam-putih. Pada 1988, perusahaan ini bergabung dengan Samsung Semiconductor & Communications.
·       PT. Sharp Semiconductor Indonesia
PT. Sharp Semiconductor Indonesia didirikan pada tahun 1995, dimana perusahaan ini memiliki basis produksi perangkat elektronik SHARP Corporation di Jepang. Sharp Semiconductor sebagai bagian dari Sharp Corporation,  bergerak dalam memproduksi produk semikonduktor seperti perangkat LED, Opto Devices dan Laser Devices serta pengembangan produk dalam bentuk modul yang mampu dipasarkan ke seluruh dunia.
·       P.T. Mitsubishi Electric Indonesia
Gedung Jaya Floor 11, Jl. MH. Thamrin No. 12, Jakarta Pusat 10340, Indonesia
URL: www.mitsubishielectric.co.id





DAFTAR PUSTAKA
·         https://www.academia.edu/5091092/SEMIKONDUKTOR
·         http://documents.mx/documents/devices-semi-konduktor.html
·         http://billharison.tumblr.com/post/69082673695/semikonduktor-the-foundation-of-modern
·         http://niningf43.blogspot.com/2011/02/semikonduktor.html
·         http://en.wikipedia.org/wiki/Semiconductor
·         http://en.wikipedia.org/wiki/Carrier_generation_and_recombination
·         http://isugihar.blogspot.com/2007/09/perkembangan-terkini-teknologi.html#
·         Iwan Sugihrtono, diploma thesis CMP program in the Abdus Salam International Centre for Theretical Physics, 2005
·         http://www.personal.rdg.ac.uk/
·         SM Sze. Semiconductor Devices, John Wiley and Sons, 1985
·         A. Bakin et all, phys. Stat. sol © 4, no 1, 158-161 (2007)
·         HP He et all, J. applied physics 40 (2007) 5039-5043
·         http://www.ns.ui.ac.id/mipa/?val=berita&id=1186109234
·         http://bursakerjadepnaker.com/lowongan-kerja-pt-samsung-electronics-indonesia.html
·         http://www.satnusa.com/

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. FIRMANSYAH AHMAD BLOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger